Dampak Buruk Kecanduan Sosial Media

Remaja saat ini begitu tergoda dengan sosial media seolah-olah sosial media adalah dunia kedua bagi mereka. Disana para remaja dapat menemukan hampir apapun mulai dari informasi sampai dengan hiburan. Dengan sosial media, seolah olah semua orang adalah teman dan dapat dengan mudah mendapatkan perhatian disana.

Mereka mengakses sosial media hampir seharian dan tidak bisa lepas darinya. Sosial media telah menjadi teman terdekat remaja menggantikan teman teman di dunia nyata. Ini tentu sangat memprihatinkan mengingat saat ini remaja adalah penerus bangsa. Jika mereka hanya menjadi seorang pecandu sosial media, maka masa depan mereka dapat rusak.

Coba anda perhatikan remaja di sekitar anda, apakah mereka meluangkan waktu yang cukup untuk belajar, dan yang terpenting apakah mereka menikmati proses pertumbuhan mereka? Kebanyakan tidak. Kenikmatan sosial media bersifat adiktif.

Ini memang sudah dirancang oleh para pembuat sosial media agar nantinya anda dan para remaja mengalami kecanduan yang artinya bagi mereka, anda adalah pelanggan setia, pengguna yang puas. Jika seorang remaja ingin lepas dari cengkraman sosial media, mereka harus mendapat dukungan dari keluarga dan orang terdekat mereka. Namun ini jarang disadari oleh kebanyakan orang.

Sosial media dapat mendisrupsi remaja sehingga sulit untuk berkonsentrasi saat belajar di rumah atau di sekolah. Saat ini remaja menjadi target sosial media dan ini dapat dilihat dari data rentang usia pengguna sosial media. Kebanyakan pengguna sosial media seperti Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, Reddit, Tumblr, MindTalk, Google Plus, Weibo, Vk.ru, 1Cak.com, 9Gag.com dan lain sebagainya adalah remaja, pelajar dan anak muda.

Mereka yang kecanduan sosial media kurang empati dengan keadaan sekitar mereka, mereka malas untuk belajar bersosialisasi di dunia nyata dan terus terperangkap di dunia maya yang semu. Akibatnya pada saat bertemu dengan orang baru, mereka cenderung pendiam dan pemalu.

Mereka cenderung mementingkan diri sendiri dan lupa dengan keadaan lingkungan sekitar mereka karena terbiasa menghabiskan waktu di internet dengan sikap acuh tak acuh dengan keadaan yang ada.

 

Sumber: PojokSosmed