Fakta yang Perlu Diketahui Sebelum Masuk Jurusan Desain Interior

Apa, sih, yang dipikirkan ketika mendengar kata desain interior? Dalam definisinya, desain interior merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang tata letak dan ruang dalam di suatu bangunan. Maka dari itu, desain interior menjadi salah satu jurusan yang bisa diambil di universitas. Namun, bagi orang yang tidak atau belum menggeluti bidang ini sering salah kaprah tentang desain interior ini.

Tidak sama dengan mendekor

Banyak orang yang menyamakan kalau mendekor itu tidak ada bedanya dengan desain interior. Salah kaprah yang satu ini sering terjadi. Dari definisi saja, desain merupakan rancangan, sedangkan mendekor itu melakukan dekorasi. Meski begitu, keduanya masih saling terkait. Itu karena butuh desain interior jika ingin mendekor dengan baik.

Tidak sama dengan arsitektur

Meski tidak menggeluti bidang desain, pasti tahu, ‘kan, kalau desain interior dan arsitektur adalah dua jurusan berbeda? Yang membuatnya salah kaprah karena keduanya cenderung merancang suatu bangunan. Namun, kalau ditelusuri lebih dalam, jurusan desain interior lebih pada merancang tata letak dan ruang. Bisa disimpulkan kalau desain interior merancang bagian dalam atau ruangan yang terdapat di bangunan tersebut. Sedangkan, arsitektur merancang struktur dari bangunan tersebut.

Tidak semudah yang dibayangkan

Kalau dilihat-lihat, desain interior itu kelihatan mudah, ‘kan? Tinggal membuat sketsa interior suatu ruangan. Namun, sebenarnya bukan hanya itu saja, lho. Kamu juga harus mengerti tentang seni dan estetika juga. Terlebih lagi, kamu juga harus kreatif, terutama dalam memadukan warna agar menghasilkan keselarasan.

Prospek kerja cerah

Mungkin masih banyak yang menganut mindset kalau tidak kerja kantoran, susah mencari kerja. Benar, tidak? Sehingga menimbulkan statement kalau jurusan desain interior itu prospek kerjanya jarang. Hal ini benar-benar salah kaprah. Malah ada banyak pilihan yang diambil, lho, bisa kerja kantoran atau lepas, selagi bisa melihat peluang.

Desain dibuat menggunakan program komputer

Mendesain atau merancang pasti berhubungan dengan gambar-menggambar, ‘kan? Tentu sebagian orang mengira perlu menyiapkan berbagai alat gambar hanya untuk membuat sketsa, ‘kan? Sayangnya, kini teknologi sudah sangat maju dan tidak perlu lagi hal tersebut. Kamu hanya perlu memakai program komputer untuk mendesain, lho.

Tidak hanya ada perempuan saja

Terkadang kita sering mengklasifikasi jurusan-jurusan yang ada, bukan? Seperti jurusan desain interior ini, yang identik dengan tata-menata serta pernak-perniknya. Dari persepsi tersebut, muncul statement jurusan ini khusus perempuan. Tentu saja statement ini salah karena tidak sedikit, kok, laki-laki yang menggeluti bidang ini. Kamu bisa membaca lebih lanjut di goKampus.com.

Tidak mudah belajar otodidak

Bagi yang memiliki keterampilan dalam mendesain, tentu belajar otodidak adalah hal yang baik. Memang untuk sekadar desain suatu ruangan tidaklah sulit dalam memadupadankan bentuk dan warna. Namun, sebenarnya, bukan hanya itu saja yang perlu dipikirkan. Kamu juga perlu memikirkan estetika, fungsi, kenyamanan, bahkan keamanan dalam menata suatu ruangan. Hal inilah yang tidak bisa dipelajari secara otodidak.

Harus banyak latihan

Seperti halnya jurusan yang memerlukan kreativitas yang memerlukan banyak latihan untuk meningkatkan kemampuan. Tak terkecuali juga dengan jurusan desain interior. Kamu perlu terus mengasah kemampuan sehingga elemen-elemen dalam merancang tata letak ruang bisa terpenuhi dengan baik.

Itulah fakta yang perlu diketahui sebelum masuk jurusan desain interior. Memang banyak yang salah kaprah dengan jurusan yang satu ini. Namun, sebagai calon mahasiswanya tentu tidak boleh menelan bulat-bulat statement tersebut, bukan? Itu karena bisa berdampak pada penyesalan di kemudian hari.